Penulis: Siti Halviani dan Mohammad Furqan
MI Al-Anwariyah, Kabupaten Bogor: Mahasiswi Gizi Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) yang dibimbing oleh Mohammad Furqan telah melaksanakan suatu penelitian tentang bekal makanan selingan dengan menggunakan media video dan leaflet pada Wali murid di MI Al-Anwariyah Kabupaten Bogor. Penelitian yang bertujuan untuk mengurangi perilaku jajan sembarangan siswa di lingkungan sekolah, sebab makanan jajanan yang ditemui di lingkungan sekolah tersebut masih diragukan kebersihan dan keamanannya. Selain itu, siswa sekolah dasar lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah, sehingga untuk asupan makannya sangat perlu diperhatikan. Dalam ilmu gizi siswa membutuhkan asupan makanan selingan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi sehari serta dapat membantu dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya.

Sebelum dilaksanakannya intervensi, terdapat penjelasan maksud dan tujuan terlebih dahulu kepada Kepala Sekolah yaitu Bapak Ujang Royani S.Pd.I dan tujuan ini diterima dengan baik serta didukung dalam setiap prosesnya. Selain itu, melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan wali kelas terkait untuk memberikan informasi akan ada mahasiswa yang akan mendatangi ke kediaman wali murid yang terpilih. Setelah dilakukan koordinasi dan disetujui, lalu peneliti yaitu Siti Halviani menjelaskan maksud dan tujuan kembali kepada wali murid yang berharap dapat ikut serta dalam kegiatan ini. Setelah menjelaskan maksud dan tujuan, kegiatan ini diterima baik dan wali murid dengan senang hati turut ikut serta dalam kegiatan ini hingga selesai. Pihak sekolah berharap dengan adanya kegiatan ini terdapat masukan dan saran untuk menjadikan sekolah ini dapat menjadi lebih baik.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui intervensi tentang bekal makanan selingan dan jajanan sehat selama 7 hari tidak berturut-turut kepada 30 wali murid yang dilakukan dengan cara mendatangi ke rumah masing-masing responden yang dibantu oleh 4 enumerator. Selain dilakukan intervensi, wali murid diberikan lembar kuesioner pengetahuan serta melihat bekal makanan selingan siswa yang dibekali oleh wali murid selama 7 hari tidak berturut-turut. Dengan diberikannya media edukasi video dan leaflet terdapat output yang berbeda setelah diberikan intervensi. Bahwa, sebelum dilakukan intervensi sebagian besar wali murid masih awam dan belum memahami tentang maksud, jenis-jenis serta pentingnya makanan selingan. Sedangkan, setelah dilakukan intervensi terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman serta perubahan persepsi menjadi lebih terbuka pada materi yang telah diberikan. Dengan demikian, diberikannya dua media edukasi akan lebih banyak informasi yang didapat sehingga akan menambah pemahaman dan pengetahuan wali murid menjadi lebih baik.

Dengan memberikan intervensi kepada wali murid yang didukung oleh pihak sekolah terkait dalam menerapkan informasi dan perilaku tentang bekal makanan selingan dan jajanan sehat sehingga dapat merubah perilaku wali untuk menyediakan bekal makanan selingan yang sehat dan bergizi serta mewujudkan lingkungan sekolah menjadi lebih aman dan sehat.
