Arvina Dian Wahyu Permatasari, PD ASNI Jateng
Salah satu tantangan ahli gizi dalam menanggulangi berbagai masalah gizi yang ada di Masyarakat yaitu dengan pemberian intervensi gizi yang tepat dan inovasi. Intervensi gizi bertujuan untuk memperbaiki kuliatas gizi individu maupun suatu populasi khususnya pada anak sekolah yaitu masalah gizi kurang dan obesitas. Intervensi gizi pada artikel ini bisa menjadi salah satu referensi yang bisa digunakan di lingkungan rekan-rekan sejawat nih, penasaran? Yuk kita Simak bersama apa saja intervensi gizi pada anak sekolah dan seberapa penting intervensi gizi untuk anak sekolah.
Penyuluhan Isi Piringku
Isi piringku merupakan pedoman gizi yang bertujuan untuk mengatur porsi asupan makanan supaya sesuai dengan kebutuhan, konsep isi piringku bentuk perkembangan dari konsep yang selama ini dipahami Masyarakat yaitu konsep 4 sehat 5 sempurna. Pemberian edukasi gizi isi piringku pada siswa SD dapat meningkatkan pengetahuan siswa sebanyak 31.68% memperoleh nilai 80(1). Intervensi penyuluhan isi piringku pada anak sekolah dapat dilakukan dengan berbagai media seperti poster, leaflet, powerpoint, video animasi dll.
Penyuluhan Gemarikan
Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan atau biasa dikenal dengan istilah “GEMARIKAN” merupakan program nasional yang bertujuan untuk mengkampanyekan akan pentingnya manfat ikan sejak dini karena ikan merupakan produk hewani dengan kandungan protein yang tinggi serta pening untuk pertumbuhan dan kecerdasan otak. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, sebanyak 7,5% anak usia 5 – 12 tahun memiliki status gizi kurang dan 14,1% mengalami stunting (2). Konsumsi ikan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional, oleh karena ini anak-anak membutuhkan asupan gizi yang cukup agar bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat (3). Intervensi penyuluhan germarikan pada anak sekolah dapat dilakukan dengan berbagai media seperti poster, leaflet, powerpoint, video animasi atau bahkan dengan permainan ular tangga.
Media Permainan Ular Tangga
Permainan ular tangga edukasi bisa dilakukan sebagai pilihan dalam intervensi edukasi gizi pada anak sekolah. Metode ini merupakan salah satu cara efektif karena terbukti dapat meningkatkan kemampuan untuk berinterkasi dengan kehidupan social serta dapat digunakan sebagai alat untuk bermain sambil belajar, menjadikan anak lebih aktif dan meningkatkan kualitas perkembangan fisik-motorik, Bahasa dan emosional (4). Suatu penelitian menunjukkan bahwa pemberian edukasi gizi seimbang pada anak sekolah dasar dengan metode permainan ular tanga dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap gizi seimbang (5).


Gerebek Sekolah (Gerakan Membawa Bekal ke Sekolah)
Selain meningkatkan pengetahuan anak sekolah mengenai Pendidikan gizi dan pentingnya gizi bagi tumbuh kembang serta kecerdasan otak, perlu suatu tindakan atau aksi agar anak-anak dapat menerapkan di kehidupan sehari-hari yaitu memberikan contoh hidangan yang seimbang dengan “Gerakan Membawa Bekal ke Sekolah”. Gerakan ini merupakan suatu Gerakan untuk menggalakkan kegiatan membawa bekal makanan dan minuman ke sekolah menggunakan tempat makan dan botol yang dapat digunakan secara berulang supaya meminimalisir sampah plastik (6). Gerakan ini tentunya melibatkan peran dan dukungan orang tua maupun guru. Intervensi yang telah dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Semarang menunjukkan bahwa pada minggu ke-2 sebanyak 96% siswa sudah membawa bekal menu lengkap sesuai Isi Piringku.

Senam Sehat
Olahraga merupakan Latihan fisik yang dapat meningkatkan kemampuan fisik seseorang bila dilakukan dengan baik dan benar serta membantu membentuk massa otot dan melatih kebugaran tubuh. Olahraga yang cukup mudah dan diminati oleh anak-anak yaitu senam. Senam sehat anak Indonesia menggunakan musik yang gembiri sehingga anak-anak akan lebih bersemangat dan antusias.
Mengapa pendidikan gizi pada anak sekolah itu penting?
Pendidikan gizi merupakan Upaya untuk mengubah sikap dan perilaku untuk mendukung pemenuhan gizi seimbang khususnya anak sekolah. Pemenuhan gizi seimbang sangat penting dilakukan untuk meningkatkan pencapaian pertumbuhan dan perkembangan peserta didik yang optimal sehingga mereka dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Seorang siswa yang telah terpapar informasi dan berperan serta dalam kegiatan gizi di sekolah, dapat memberi pengaruh atau meneruskan informasi dan pengalamannya di lingkungan keluarga, sehingga berpotensi mengurangi masalah gizi pada anak-anak (7).
Evaluasi beberapa studi menunjukkan bahwa Pendidikan gizi berbasis sekolah dapat meningkatkan perilaku makan anak-anak, sekolah memainkan peran penting dalam memberikan intervensi gizi yang mendukung Kesehatan.
Kesimpulan
Intervensi gizi sangat diperlukan untuk mewujudkan status gizi baik bagi anak-anak, tentunya intervensi-intervensi di atas harus dirancang secara bekelanjutan dan jangka panjang serta diperlukan dukungan dari berbagai sektor, hal ini menjadi tantangan bagi ahli gizi untuk dapat mengadakan advokasi ke pemangku kebijakan setempat betapa pentingnya Pendidikan gizi bagi anak sekolah.
Daftar Pustaka
- Sari FK, Nabawiyah H, Fatimah, Kharisma K, Rahmatul M, Alifitria S. Edukasi Isi Piringku untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi Seimbang pada Siswa Kelas 4, 5, dan 6 Madrasah Ibtidaiyah Nurussalam Mantingan Ngawi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat [Internet]. Juli 2022 [dikutip 29 Mei 2024];2:3989–94. Tersedia pada: http://bajangjournal.com/index.php/J-ABDI
- Kementerian Kesehatan RI. Survei Kesehatan Indonesia. 2023.
- Mahrus, Zulkifli Lalu, Rasmi DAC, AR ,Syachruddin, Raksun A. Peningkatan Gizi Keluarga Melalui Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) di Dusun Bale Kuwu Desa Gunungsari. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat. 2020;3.
- Salsabila S, Hartoyo AM, Salsabila A, Isnaini II. Edukasi Gizi Seimbang melalui Permainan di SDN 6 Desa Mata Lamokula Kecamatan Moramo Utara. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 2024;1(1).
- Madinah S, Farhat HY, Hariati NW. Pengaruh Permainan Edukatif Ular Tangga Terhadap Pengetahuan dan Sikap Tentang Gizi Seimbang. Jurnal Riset Pangan dan Gizi. 2024;6(1):13–22.
- Suryaalamsah II, Kushargina R, Stefani M. “Gerebek Sekolah” Gerakan Membawa Bekal Makan dan Minum ke Sekolah sebagai Upaya Pemenuhan Gizi Murid SDN Pesanggrahan 02 Jakarta Selatan. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ [Internet]. September 2019; Tersedia pada: http://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaskat
- UNSCN. Schools as a System to Improve Nutrition: A new statement for school-based food and nutrition interventions [Internet]. 2017 [dikutip 31 Mei 2024]. Tersedia pada: https://cgspace.cgiar.org/handle/10568/89401
