Emy Yuliantini dan Mohammad Furqan


DPD PERSAGI Provinsi Bengkulu melaksanakan Pelantikan Himpunan Seminat Pengurus Daerah Asosiasi Nutrisionis Indonesia (PD AsNI). Pelaksanaan pelantikan yang dilaksanakan di Hotel Adeeva Pantai Panjang Kota Bengkulu pada hari Kamis, 14 September 2023 dihadiri oleh Ketua Umum DPP PERSAGI yakni Rudatin, S, ST. MK, SKM, M.Si., Ketua DPD Persagi Provinsi Bengkulu yakni Emy Yuliantini, SKM, MPH., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu yakni Dr. Herwan Antoni, SKM, MKes, MS., Kabid. Organisasi dan Kaderisasi PP. AsNI yakni Mohammad Furqan, SKM., MKM., Pengurus DPD PERSAGI dan Nutrisionis yang akan dilantik sebagai PD AsNI Bengkulu.
Pelantikan PD AsNI adalah nutrisionis yang bekerja di Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Berdasarkan Surat permohonan Pelantikan dari DPD PERSAGI Bengkulu kepada PP AsNI, yang kemudian ditindaklanjuti PP AsNI untuk diterbitkan SK Kepengurusan PD AsNI periode 2023-2027 yang ditandatangani oleh Ketua PP AsNI yakni Dr. Andriyanto, SH., MKes. Ketua PD AsNI terpilih dan dilantik yakni Agung Hadibowo, S.Gz., yang berdinas di Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu membentuk pengurus sesuai Tata Kelola dan Tata Laksana PERSAGI yaitu seluruh pengurus memiliki KTA PERSAGI, memiliki bidang kepengurusan yaitu (Pengembangan Organisasi dan Kaderisasi, Ilmiah, Pembinaan Profesi, Pendidikan dan Pelatihan, Kemitraan, Komunikasi dan Teknologi Informatika).
Setelah Pelantikan dilaksanakan, Ketua dan Pengurus mengadakan pertemuan singkat bersama Kabid. Organisasi dan Kaderisasi untuk mempersiapkan beberapa hal dalam menjalankan organisasi diantaranya terkait penyusunan program kerja yang harus segera dilaksanakan. Program Kerja yang disusun dan dilaksanakan diharapkan mencegah terjadinya dan sekaligus menanggulangi masalah gizi sehingga mampu melaksanakan pelayanan gizi dalam pencegahan dan penanggulangan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di bidang gizi. Dengan dilantiknya PD AsNI oleh DPD PERSAGI mampu menaungi Nutrisionis dalam mengatasi masalah gizi, lebih jauh melalui komitmen dan kolaborasi program bersama pemerintah mampu menurunkan angka stunting menjadi 14% terkhusus di Provinsi Bengkulu.
